DEMOKRASI Saat Ini Merupakan Era Politik Ketokohan

7 07 2009

Selasa, 7 Juli 2009 | 03:35 WIB

Jakarta, Kompas – Pemilu legislatif 9 April 2009 telah lewat, pemilu presiden 8 Juli 2009 tinggal sehari lagi. Berbeda dengan pemilu pada zaman Orde Lama dan Orde Baru, saat ini panggung politik tak lagi dimeriahkan pertarungan ideologi atau aliran. Pertarungan dalam pemilu lebih banyak diwarnai pencitraan dan jualan pesona para tokoh populer.

Apa sebenarnya yang terjadi di balik pergeseran peta politik itu? R William Liddle, Indonesianis dan profesor ilmu politik Ohio State University, Columbus, Ohio, AS, menjawab beberapa pertanyaan Kompas melalui surat elektronik beberapa waktu lalu.

Bagaimana sesungguhnya gambaran politik aliran yang mewarnai peta politik Indonesia sejak Orde Lama dan Orde Baru?

Baca entri selengkapnya »





Hilangnya Bahasa Politik yang Puitik Selas

7 07 2009

Oleh Stanislaus Sandarupa

Sebelum kampanye, Rocky Gerung mengingatkan agar masa kampanye dijadikan ajang latihan kebudayaan (Kompas, 30/5/2009).

Saat ini, performans aspek budaya yang dominan adalah berbicara. Performans politik sebagai mode of speaking merupakan ciri pembeda politik dari kegiatan-kegiatan lain, yang dapat diamati dalam debat, dialog, dan monolog politik terutama dalam debat capres/cawapres.

Tulisan ini membuat penafsiran tentang bagaimana performans politisi kita dalam tanggung jawab kompetensi budaya mereka di depan publik. Kriteria tafsiran didasarkan nilai budaya aksis kasar/halus lewat pemungsian aneka kekuatan bahasa yang para politisi pakai untuk kepentingan politiknya.

Baca entri selengkapnya »





Centang-Perentang

27 06 2009

Kerancuan dalam hal apapun, tentunya tidak elok dipandang apalagi dinikmati. Centang-perentang,  kerancuan selalu hinggap dalam sebuah keadaan  yang tak semestinya, ganjil dan mengganjal. Dia hadir, ketika kecerobohohan menghantui. Dia ada, ketika tingkat pemahaman kita tentang sesuatu itu tidak mumpuni. Dia nampak, ketika keganjilan diakibatkan oleh kurangnya data dalam saku kita. Dia akan mengakibatkan sebuah ketidakjelasaan, kabur dan tidak fokus.





Agama, Teknologi, dan Budaya

27 06 2009

oleh: Kuntowijoyo

Agama memberi makna. Teknologi memberi kemudahan.
Budaya memberi jati diri.

Pembangunan kita adalah pembangunan manusia seutuhnya,
spirituel dan materiel. Pembangunan itu dalam
kebijakan pendidikan kita diimplementasikan dengan
jalan mendorong tumbuhnya Imtak (iman dan takwa) dan
Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), sehingga agama
dan teknologi mendapat tekanan yang berlebihan.
Sekolah-sekolah unggulan yang dibangun pemerintah dan
masyarakat juga punya keunggulan dalam agama atau
teknologi. Kalau kebijakan yang demikian berjalan
terus, kita akan mendapatkan generasi-generasi dengan
Imtak dan Iptek tinggi, tetapi tidak menghargai
ilmu-ilmu sosial, humaniora, dan budaya. Kita
bermaksud mengatakan bahwa budaya perlu dimasukkan
dalam program “unggulan”. Selama ini hanya Bali yang
menjadikan budaya sebagai program unggulan, itupun
lebih dengan pertimbangan pariwisata daripada
pendidikan.

Baca entri selengkapnya »





Abadi

26 06 2009

bukan, bukan hilang dalam benak
apalagi rasa

hanya, aku terpenjara
dalam sendiri dan sepi

tak ku bagi,
tak ku caci

ini abadi,
seperti cicin yang kau beri

malam dan siang
terus melingkari jemari

ingatkah, kau!